Puisi Rayuan Biru

Ada rindu terpendam
dalam dadaku
membekas, sejak perpandangan
menggumpal
melumatkan fikiran
akhirnya tak karuan,
aku tersungkur..lalu merangkak
mengejar bayang bayang
ada rindu terpendam
melekat, sejak persenyuman
terpana
menghentikan waktu
ah..aku terlena keadaan…
Keadaan yang bagaimana..?
Mestinya bagaimana..?
Apakah aku harus menunggu
biarlah hujan menyirami
biarlah seribu tangan menahanku
gila..! Aku jadi cengeng
penakut…penurut, tak punya hidup
mestinya bagaimana..?
Apakah maju terus
menahan terjangan badai
memaksa bertekuk lutut
edan..!, aku jadi jagoan
kembang kembang jadi penonton
takut bunganya aku cabut
burung merak jadi mencorong
takut bulunya ku buat pena
deru angin jadi membisu
takut ku buat prosa biru
hatiku juga takut
jadi pendusta seumur hidup
gila..!, mestinya aku harus jadi aku sendiri..!
aku tersenyum
aku buang jauh jauh Rayuan itu.

Karya : Rasull abidin, 13 Jan 2012
Laut jawa

Puisi Rayuan Biru - Updated: January 14, 2012 — 2:45 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme