Puisi puisi cinta

Advertisements

Derap langkah
tebaran debu mengikuti kaki
mengiringi sepanjang jalan
sudah gersangkah dunia ?

terik sengatan matahari
keringat bercucuran
basah seluruh badan
namun……
bibir kering

Ku hampiri sepotong kayu
duduk menatap langit
teringat wajah mu sayang
betapa perih hati ku

Ketika jiwa ku terbuai
engkau berlari
saat ku mengungkapkan cinta sejati ku
engkau menghindar dan menghilang

Namun ku kejar diri mu
hanya bayangan semu yg ku dapat

Biarkanlah………
aku menyendiri tanpa mu
walau hati ku hancur
saat ini aku pasrah

Cuma harapan ku suatu saat
ketika terbangun
engkau telah disisi ku
karena diri mu cinta sejati ku

“Pujangga Kelana”

Advertisements


This post was submitted by mbah wido ( pujangga kelana ).

Puisi puisi cinta - Updated: January 31, 2012 — 1:25 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme