Puisi cinta sejati

Derap langkah
tebaran debu mengikuti kaki
mengiringi sepanjang jalan
apa kemarau sdh tiba ?

Terik sengat matahari
keringat telah bercucuran
basah seluruh badan
namun….
bibir kering

Kuhampiri sepotong kayu
duduk menatap langit
teringat wajah mu sayang
betapa perih hati ku

Ketika jiwa ku terbuai
engkau berlari
saat ku mengungkapkan cinta sejati ku
engkau menghindar dan menghilang

Namun kukejar diri mu
hanya bayangan yg ku dapat

Biarlah……
ku menyendiri tanpa mu
walau hatiku hancur
saat ini aku pasrah

Cuma harapan ku suatu saat
ketika terbangun
engkau telah di sisiku
karena dirimu cinta sejati ku

Puisi cinta sejati - Updated: January 23, 2012 — 3:56 am
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme