Puisi Seorang Gadis Kecil

Advertisements

Kuklihat tubuhnya
Yang basah kuyup
kulihat matanya
Memerah, sembab, sayu
Seperti sehabis menangis
Kepalanya yang tertutup dengan jilbabnya
Ikut basah
Hujan yang sangat lebat
Membasahi seluruh tubuhnya
Kini, air matanya
Berlinang, berjatuhan,
Kulihat gambaran wajahnya
Yang menyimpan sebuah luka dan derita
Air matanya tak dapat ia bendung lagi
Ia menangis, ia menjerit,
Ia mencari,
Ke manakah kedua orangtuanya?
Ia hidup hanya sebatang kara
Tanpa kedua orang tuanya
Ia meratapi nasibnya yang malang

Ia menengadah ke atas
Menatap langit yang mendung
Kini, awan pun tak cerah lagi
Matahari pun tak bersinar lagi
Yang hanya adalah
Sisa air hujan
Seperti ikut bersedih
Melihat sang gadis kecil
Yang penuh derita
meratapi nasibnya yang malang
Sebuah pena
Menari-nari dalam kertas buram
Ia menulis tentang hidupnya
Mengapa nasibnya malang?
Penuh luka dan derita
Dan entah sampai kapan
Ia harus menderita
Tanpa kedua orang tuanya?
Karya : Gina Rofina R.P

Advertisements


This post was submitted by Gina Rofina Rahayu P.

Puisi Seorang Gadis Kecil - Updated: August 22, 2011 — 5:51 am
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme