Puisi Menunggu

hujan belum turun. engkau
belum tiba. langit seperti sebuah
rahasia yang tak ingin
lagi dipertanyakan. dan meja ini,
dan kursi ini, telah berulang
kali bertanya: mata siapa
yang akan menjadi
malam bagi kotamu?
mereka tak tahu, bahwa
ketika malam nanti jatuh
aku akan menjadi saksi pertama
untuk sepasang matamu
yang menemukanku.
dan kenangan-kenangan
akan perlahan kembali,
mengepungku,
seperti aroma perjalanan
yang kelak meruap
dari tubuhmu.

Maret.2011

(ditulis oleh Ardy Kresna Crenata)

Puisi Menunggu - Updated: May 1, 2011 — 1:40 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme