Puisi SAJAK TERAKHIR ( GADIS BERJILBAB BIRU ITU BERNAMA ANRIA )

Advertisements

ingin kulangkahkan kaki ini ke dalam pekarangannya dan mengucapkan assalamu’alaikum,
dalam teriknya matahari ini telah membakar hatiku, tergulung dalam asap hingga lantakan jiwa,
meski ribuan butir tashbih telah kumainkan di tanganku pada roda roda malam, namun tak ada kesempurnaan manakala rusukku belum tiba,
Duhai gadisku betapa bahagia hati ini tatkala merintihkan pintaku padaNYA agar Dia mendengar sebuah nyanyian dari mulut tulusku,
dan ketika cinta memangil ku,
datang ke dalam jiwaku sepertinya ku terbang di langitMU,
tengelam di lautan cintamu,
berpadu kalbu dalam rindu melebur menjadi satu bagai beryanyi di iringi pelangi
lalu teriring dalam mustajabah ini ada rasa dalam campur hatiku,
entah aku bagaimana melukiskanya karena diantara
kesedihan,kekecewaan,penyesalan,penderitaan,kebahagiaan,keindahan,kekaguman,keterpesonaan yang dalam
sungguh demi Dia yang jiwaku ada di tanganNYA,
ingatkah engkau tentang sebuah surat QS. an-nur:35
aku ingin mendapatkan minyak zaitun dalam surat itu bersama engkau gadis.
tahukah kau dengan sorak lantang hatiku mngabarkan pada jiwaku sendiri,
bahwa jiwaku terbalut oleh cintamu, atasNYA,
sehingga ragakupun sudah tak sanggup menompang,
duhai anria aku mencintaimu dengan hatiku,
maka…..ijinkan aku menyentuh dan menciummu sebagaimana para tamu Allah menyentuh Ka’bah dan mencium mushaf al-karim.

Advertisements


Puisi SAJAK TERAKHIR ( GADIS BERJILBAB BIRU ITU BERNAMA ANRIA ) - Updated: December 13, 2010 — 3:31 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme