Puisi HITAM

Advertisements

Rembulan dikikis awan berduri hujan
menciptakan himne kegelapan
yang dinyanyikan binatang gulita
semakin lama semakin membuat hati begitu gundah

Terdengar teriakan para setan yang ketakutan
memecahkan kesunyian dalam diriku
dan pijar yang semakin redup
manggambarkan kegelisahan pada diriku

Aku kedinginan, berselimut tembok kayu basah
membuatku tetap diam diatas karpet koyak
menemani kegelisahan yang terus menagis

Aku ketakutan, langit menjadi kilat
takut akan setan yang membawa keris kematian
tapi rasanya sayap para dewa melindungiku
dan selimut para malaikat menghanhantkanku
namun kegelisahan dalam diri tak mau berhenti berduka

‘Ayah, lekaslah pulang!’

Advertisements


Puisi HITAM - Updated: December 9, 2010 — 3:07 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme