Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi tentang Tuan Guru Bajang

Puisi Tuan Guru Bajang

Mengenang sebuah sosok agung,
Tuan Guru Bajang, tokoh berjasa,
Kisah hidupnya penuh pengabdian,
Menyentuh hati dalam keterpesonaan.


Wajahnya tersemat dalam foto itu,
Begitu kental pesona kebijaksanaanmu,
Di dalam layar, kau tetap hadir,
Sebagai pewarna dari sejarah yang terpatri.


Oh Tuan Guru Bajang, pujian kami,
Mendalam ruhmu tiada terkira,
Kulalui jalanmu yang melangit,
Dalam bait-bait puisi yang terlintir.


Kaum musliminmu tak pernah terhina,
Bersatu dalam tekad membara,
Untuk merajut penuh amanah,
Meneladani teladanmu sempurna.


Dalam harap dan duka kita temu,
Didikanmu mengalir dalam relung nurani,
Sinar ilmu perlahan kian berkembang,
Di akar bumi Indonesia yang abadi.


Rasakan getaran irama harapmu,
Rasakan denting syair cahayamu,
Engkau adalah sang penerangi,
Di kegelapan yang merayap seperti serigala.


Di kepulauan nusantara yang elok,
Cerita tentangmu takkan pudar,
Seperti lantunan adzan di masjid megah,
Konten plaftorm takkan bisa menghapusnya.


Tuan Guru Bajang, dalam tiap kata,
Kau lantunkan keadilan dan cinta,
Lembut penuh wibawa dalam gerak tubuhmu,
Bagai pantulan mempesona dalam cermin.


Bilah pedang yang menyenangkan,
Perjuanganmu membawa kita berjalan,
Menerobos batas dunia dalam cahaya,
Menuju panglima tertinggi, Tuhan kita.


Dalam doa-doa yang kau panjatkan,
Terpatri kesucian dan kasih sayangmu,
Sampaikan sanjunganmu ke hadiratNya,
Untuk negeri ini, engkau kian bersemangat.


Sesungguhnya nama Tuan Guru Bajang,
Hidup abadi dalam jiwa bangsa ini,
Karya-karyamu berpadu dalam nyanyian,
Layaknya salju yang turun ke bumi.


Terkadang, kita tak mampu ungkapkan,
Betapa besar arti keberadaanmu,
Namun, dalam puisi ini, jiwaku nyatakan,
Berkali-kali, harapmu tak akan luput terucapkan.


Tuan Guru Bajang, cahaya dalam kegelapan,
Pemberi semangat dalam setiap langkah,
Terima kasih atas segala pengabdianmu,
Engkau telah menjadi panutan sejati.


Dalam tiap lahir dan batin kita,
Kau mengalir seperti sungai tak henti,
Gurat wajahmu tetap memikat hati,
Sebagai tanda kepergian tiada terbatas.


Puisi setia kami hadirkan,
Untukmu, oh Tuan Guru Bajang,
Sebagai penghormatan atas dedikasimu,
Hidup abadi dalam sejarah bangsa kita.




PepNews.com - Netizen Polite



PepNews.com - Netizen Polite

pepnews.com

tuan bajang tgb zainul muhammad apa dibanggakan madji mengenal kasus penjelasannya kpk diperiksa pekan majdi mansur doa ustaz yusuf kirim


Bella Sungkawa
Bella Sungkawa Hai saya Bella Sungkawa, individu multifaset dengan hasrat untuk menjelajahi dunia, tetap aktif, dan menikmati pengalaman sinematik. Pelajari lebih lanjut tentang dia di blognya.

Posting Komentar untuk "Puisi tentang Tuan Guru Bajang"