Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi tentang air mataku menetes

Air mataku menetes, jatuh bagai embun pagi

Hening menyapa, di bawah sinar mentari

Biarkan ku ceritakan, dalam bait-bait indah

Kisah pilu ini, tentang bengkel narasi yang terhampar


Di sana, air mataku mengalir deras

Menari-nari di pipiku, membentuk aliran kehidupan

Terpantul dalam gambar, di dalam lensa sang fotografer

Seperti senja yang memudar, tapi tetap dalam kenangan


Di bengkel narasi, cerita-cerita tergantung di udara

Mengisi ruang, mengalun seperti melodi yang memesona

Air mataku bergabung dengan derap duka di sana

Bersama suara-suara, yang tak berujung berlanjut


Dalam setiap air mata yang jatuh, terpancar penderitaan

Menggeser hati dan pikiran, menguak misteri kehidupan

Tak jarang, air mataku menetes bersama tinta pena

Mewujudkan cerita-cerita yang abadi, dalam makna dan perasaan


Bengkel narasi membangun dunia yang mencerminkan diri

Sebagai penulis, aku terjalin dengan kata-kata yang berdiam diri

Terlena dalam keheningan, menemukan suara dalam kesenyapan

Aku mencari cerita-cerita, yang tak akan pernah pudar


Di setiap foto yang diabadikan, ada kehidupan yang tersirat

Raut bahagia, tangisan, kesedihan, semuanya terekam dalam kerangka

Sebuah momen yang ditangkap, menjadi saksi bisu

Air mataku ikut serta merasakan, dalam setiap emosi yang tercipta


Air mataku menetes, mengalir seperti sungai yang tak pernah surut

Mereka menceritakan kisah-kisah, yang tak bisa diucapkan kata-kata

Tenteram mengalir menuju relung hati, merindu kehangatan

Di bengkel narasi, setiap tetesan memiliki tempat tersendiri


Bertahun-tahun telah berlalu, bengkel narasi tetap mengemuka

Seperti sinar matahari yang tak pernah lelah bersinar

Air mataku masih mengalir, mengiringi perjalanan panjang

Menyambut setiap cerita baru, dalam belahan jiwa yang enam persada


Air mataku menetes, menjadi satu dengan bengkel narasi

Sebagai penulis, aku menyatu dengan kesedihan dan kegembiraan

Dalam setiap tulisan yang tercipta, jiwa dan rasa menyusup

Sebuah perjalanan panjang, yang tak akan pernah berakhir




Air Mataku Menetes Di Bengkel Narasi - Bengkel Narasi



Air Mataku Menetes di Bengkel Narasi - Bengkel Narasi

bengkelnarasi.com

bengkel narasi mataku


Bella Sungkawa
Bella Sungkawa Hai saya Bella Sungkawa, individu multifaset dengan hasrat untuk menjelajahi dunia, tetap aktif, dan menikmati pengalaman sinematik. Pelajari lebih lanjut tentang dia di blognya.

Posting Komentar untuk "Puisi tentang air mataku menetes"