Puisi Bait Buat Bunda

Adalah aku yang mengabaikan sabda.
Yang membiarkan saja jatuh air mata.

Adalah mataku yang terlena megah dunia.
Meski surya usiamu mendekati cakrawala senja.

Adalah tawamu yang menyejukkan jiwa.
Yang memberi arti hingga maaf menjadi bermakna.

Adalah senyummu yang menjadi pendar cahaya.
Dan ucapanmu yang menjelma doa.

Adalah peluhmu yang membungkam dunia.
Karna menyulap setiap mimpi menjadi nyata.

Adalah puisi yang indah diksinya.
Yang mengabadikan setiap cintamu dalam pintalan metafora.

Untukmu tak pernah ku mengubur cinta.
Meski dipendam dalam diam diantara lumpur dusta.

Oleh: Faqih Hindami
http://rapsodimemorabilia.tumblr.com

Puisi Bait Buat Bunda - Updated: July 15, 2013 — 6:21 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme