Puisi Langit Fajar, Senja, dan Petang

Advertisements

Aku suka langit di kala fajar , senja , dan petang..
Namun , dari semua itu , aku lebih suka melihat langit bersama kamu..tak peduli di kala fajar , senja , ataupun petang datang..
Karena dengan melihat langit bersama kamu , semua warna langit akan menjadi sama.ternyata selaen pesona mu , kamu juga mampu membuat semua warna langit indah secara bersamaan.
Kamu itu seperti langit , sebuah tempat serba putih bukan abu abu lalu dihiasi awan awan yang lembut seperti sebuah aromanis di genggaman tangan adek ku..
Langit itu juga sama seperti kamu serba putih lalu diwarnai dengan warna – warna pelangi. Warna pelangi itu sama seperti cinta yang datang dan pergi dalam kehidupan kamu , namun nampak nya kamu belum mampu memilah dan memilih warna warni pelangi tersebut dengan baik..
Lantas apakah kamu akan seterus nya bermain dengan warna warna tersebut? Hingga lupa / tidak tahu dengan warna yang harus kamu pilih?
Hijau / merah / biru kah?
Atau aku yang layak nya seperti warna abu – abu bagi kamu? Abu abu itu bagai langit di atas sana yang sedang dinaungi awan colombus , begitu pekat dan menakutkan..
Meskipun aku masih abu abu bagi kamu , perlu kamu ingat aku masih berjalan di belakang kamu untuk menompang semua perjalanan mu saat semua penopang mu hilang.
Sebodoh itukah aku sebagai seorang wanita?
Aku jawab iya.. tanpa kalian perlu tahu alasan ku sama seperti aku yang belum tahu alasan aku menyayangimu selama dan sejauh ini. Aku temukan lagi dunia ku yang hilang ‘dulu’ saat kamu letakkan tangan mu di bahu ku berjalan bersama mengagumi langit waktu fajar , senja , dan petang ?

Oleh:
La-Ahtakanna Ruhma Vemanda

Advertisements


Puisi Langit Fajar, Senja, dan Petang - Updated: April 1, 2013 — 8:05 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme