Puisi Khabar (Berduka atas Luka)

Advertisements

Khabar yang kau dukung…
bukan yang terindah untuk ku tarung,
bersama hati yang kian pudar untuk terang,
bersama jasad yang menunggu pulang…

khabar yang kau pertaruhkan,
bukan yang termudah untuk ku redupkan,
yang tertinggal hati-hati kesunyian,
yang lagi akan dirudung kesepian….

Terhenti langkah ku mendengar khabar itu,
Terkaku bicara ku terdengar suara itu,
Terkelu lidah ku mendengar bisikan itu…

Suara-suara kekurangan mengiang seluruh fikiran,
Melayang tanpa batas bagai menunggu ketukan sakaratul itu berbalas,
Menunggu detik-detik itu ternyata bukan mudah bagi mu,
Namun kini biar kau ketahui,disini akan lebih seawalnya pergi….

Karya : Ayim (sang puisi mimpi)

Advertisements


Puisi Khabar (Berduka atas Luka) - Updated: April 22, 2013 — 4:29 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme