Puisi Yang Terbaik

Mungkin sebaiknya aku sendirian
Aku sama sekali tidak pantas di sisinya
Dia terlalu baik
Dan aku terlalu jahat

Dengan bodohnya aku berkata bahwa aku yang paling sakit
Dengan seenaknya aku bilang dialah yang salah
Dia yang membuatku menderita
Dan akulah yang sepatutnya dikasihani

Kenapa menyedihkan sekali?
Saat aku berkata selamat tinggal padanya
Kenapa aku malah menangis?
Bukankah ini yang kuinginkan?

Aku yang ingin jauh darinya
Aku yang ingin lepas darinya
Namun kenapa dadaku begitu sesak?
Sama seperti saat aku memikirkannya

Silahkan maki aku
Silahkan hina aku
Aku pantas mendapatkannya
Aku tidak patut dapat perhatian darimu

Isi hatiku membingungkan
Kupikir aku bisa menurutinya dan semuanya akan baik-baik saja
Namun mengapa?
Seperti ada sayatan ketika aku mencoba pergi

Aku jahat
Dan aku tahu itu
Namun aku sama sekali tidak mengerti
Apakah yang hatiku inginkan?

Begitu abstrak
Tak terbaca dan tak tertebak
Aku berusaha mencari arti perasaanku hari ini dan kemarin
Dan yang kudapati hanyalah sebuah kertas abu-abu

Menyakitkan
Rasanya begitu menggerogoti
Mencabik-cabik otakku hingga ke partikel terkecil
Tidak menyisakan sebagian kecil untukku berpikir

Sejenak kurenungi
Sejenak kucoba pahami
Benarkah ini yang terbaik?
Benarkah yang kulakukan ini?

Aku tersenyum
Namun air mataku sudah menggenang di pelupuk mata
Ini yang kuinginkan
Inilah yang terbaik

Puisi ini karya: Novi Permata Sari

Puisi Yang Terbaik - Updated: December 12, 2012 — 7:00 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme