Puisi Menahan Kesabaran

Advertisements

PEMULUNG

Aku hanyalah seorang pemulung,,,,
Yang berjalan,,, sepanjang hari,,,
Mengorek sampah demi sampah,,,
Demi sesuap nasi,,,

Tak kupedulikan,,, cuaca yang kurang bersahabat denganku,,,
Tak kupedulikan,,, perutku yang bergemerincing meminta tuk diisi,,,
Tak kupedulikan,,, rasa haus yang mencekik leherku,,
Ataupun,,, tubuhku yang teramat lelah,,, ingin bersandar,,,

Yang kuingat hanyalah,,, wajah istri dan anakku,,
Ya,,, wajah istri,,, dan anak,,, yang sedang menanti kehadiranku,,,
Dengan,,, perut yang kelaparan mereka setia menantikanku,,,
Demi sebungkus makanan,,, dari tanganku hari ini,,,

Yang kupedulikan rengekan si Bungsu,,, yang merengek,,, minta mainan,,,
Yang kupedulikan permintaan si Sulung yang ingin sepatu baru,,,
Yang kepedulikan keluhan,,, istriku,,, tentang isi perut kami bersama,,,
Atau omelan,,, pemilik warung yang menagih hutang yang bertumpuk-tumpuk,,,

Ya,,, Alloh,,, hanya kepadaMulah aku mengadu,,,
Tempatku mencurahkan isi hatiku,,,
Diatas sajadahku yang lapuk,,,
Kulantunkan banyak doa permohonan Hanya KepadaMu,,,
Wahai Alloh Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui,,,

Penulis Dyah Ayu Agnes Widowati

http://www.facebook.com/dyahayuagnes.widowati?ref=tn_tnmn

Magelang, 21 Juli 2012

Advertisements


This post was submitted by Dyah Ayu Agnes Widowati.

Puisi Menahan Kesabaran - Updated: July 21, 2012 — 1:08 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme