Puisi Subuh

Advertisements

Subuh terjela dari kekosongan. Terumbar hambar.
Serasa hari-hari menatap senyap. Seperti meratap: Berharap.
Bait-bait penasaran membuncah pada waktu. Pada Semu. Pada Haru.
Sementara langit mulai menggigit sengit.
Menampakkan gelombang panjang pasang. Garang.

Di balik subuh aku rubuh. Rapuh.
Namun, hati masih ingin berdiri seperti pagi. Seperti jati.
Menuju huruf-huruf berbaris dari sungai magis.
Berkata buat belantara pena.
Tentang sekelebat kalimat lebat merambat.
Mengenai cinta. Asa, dan warta.

Advertisements


This post was submitted by Andi Kata.

Puisi Subuh - Updated: March 16, 2012 — 12:35 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme