Puisi Kupu kupu

” Ayah..kupu kupu itu telah pergi…!!!”(kata anakku…satu tangannya menunjuk ke angkasa).
” sudahlah anakku sayang…jangan bersedih…sini nak peluk ayah…”(ku raih tangannya dan kudekap erat…ku usap pipinya yang sembab)…

Biarkanlah kupu kupu itu terbang…berkelana di hutan rimba…di padang belantara…di semak semak belukar…di tepian kali…atau di sepanjang pantai yang di sukainya…

Biarkanlah kupu kupu itu terbang…mencari kekasihnya…di taman taman kota…di gedung gedung tinggi…di panas jalanan…di menara menara suar…atau di alam yang lain yang di kehendakinya…

Kupu kupu itu telah pergi…gemulai gerakan sayapnya…laksana putri putri keraton yang menari…kadang lesung pipitnya tersembunyi kala tersenyum saat menari…

Kupu kupu itu telah pergi…kibasan sayapnya bagai selendang bidadari yang berwarna warni..
Mempesona membius mata siapapun yang memandangnya…membuat iri segerombolan kumbang yang di laluinya…

Anakku yang cantik dan berbulu mata lentik…
Biarkanlah kuku kupu itu pergi…sejauh langkahnya mengelilingi jagat raya…menyambut matahari dan aneka warna bunga dikala pagi…

Anakku yang cantik dan berpita warna ungu…
Biarkanlah kupu kupu itu pergi…benamkanlah dalam dalam di kedalaman hatimu…sebuah pelajaran dari dia menjalani hidup.
Sesungguhnyalah dirimu…akan mengarungi kehidupan…sejauh langkah langkahmu memaknai kehidupanmu.(dia menengadahkan wajahnya memandang kupu kupu jauh di angkasa raya).

Karya : Rasull abidin, 01 Jan 2012.
Utara Balongan-Indramayu.

Puisi Kupu kupu - Updated: January 1, 2012 — 2:58 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme