Puisi tentang kenangan masalalu

MEDALI HATIMU

Kau pernah ada
Mengajakkku bermain-main
Kau pernah tawarkan ceria
Dalam tiap langkahku
Aku pernah meraih medali hatimu
Tapi sekarang …
Tak seperti saat kau
Membiaskan pelangi
Dirona wajahku
Kau..
Telah hilang
Bersama percikan air
Yang mengering karena di injak sang mentari

KATAMU

Kau bilang
Aku karang dilautan
Selalu tegar walau terhempas badai
Kau bilang
Aku burung di udara
Yang terbang dengan indah
Merangkul semua cahaya
Kau bilang
Aku hebat
Karena selalu setia
Mempersembahkan kata dan nada
Disetiap hembus nafasmu
Dan sekarang…
Aku yang akan bilang,,,,
Kenapa kau lemah?
Sedang aku berusaha kuat
Menggulung ombak
Memangku hilir angin
Dengan seonggok asa dan rasa
Karena aku mencintaimu

BUANG SAJA DI TONG SAMPAH

aku datang
membeli madu yang masih tak terkikis lebah
dengan plastik putih
yang menjadi bungkusnya
aku selalu menikmati
manisnya maduku
sejengkal demi sejengkal
kemudian
ibuku bilang
bahwa maduku telah tak layak
aku coba menelanjangi maduku
senti demi semi
aku tatap maduku
yang tak berbusana dikerling mataku
ah… maduku memang sudah busuk
buang saja di tong sampah
agar tak menyebarkan racun dan bau
dalam tiap jengkal langkahku

GAK PUNYA JUDUL

Semuanya telah menjadi hitam
Tak ada yang dapat aku lakukan
Hanya bisa terpaku
Dibawah angkuhnya dinding
Yang membisu
Aku tak bergeming
Karena secarik hatiku
Telah robek

TERINJAK TAWA

Diam
membuat hancur sebagian tubuhku..
dikala angin timur datang.
buat dingin tubuhku hingga kedasar tulang.
aku tersenyum pahit..
ketika kau mulai mencibir dan menampakkan kemunafikan kalian..
ketika ikatan dihancurkan oleh pengkhianatan..
ketika cinta dibutakan oleh nafsu..
ketika perdamaian digilas kasar oleh pembantaian.
Diam
Semakin membuatku terinjak-injak tawa
Mencabik perlahan tubuhku
Dengan pisau kepalsuanmu

Puisi tentang kenangan masalalu - Updated: August 12, 2011 — 4:46 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme