Puisi Ratapan kesedihan

ku rindukan pagi

Di tengah hujan

Dengan dingin yg mengucur di badan

pedih memang ketika hidup menghadapi cobaan

seperti tegar yg lapuk oleh kenyataan

sulit untuk mengerti

tanpa bisa untuk memahami

…..Rapuh………..

…..Keruh…………

seperti di hmpit kelam

Diam…..dan diam

bagai hidup tanpa harapan

ach……teriakan pemberontakan

menjadi persetan di tengah malam

…….Hitam……….

………….Suram…….

layak’y ajal yg menjemput kematian

Dan cukup sudah semua terabaikan

dan kini ku ingin pulang

dengan dunia yg menjemukan

yang di penuhi dgn kemunafikan

hingga dosa ini menjadi santapan dalam ingatan….

Dan jangan…………

jangan pernah datang

karena rumah ini terlalu menyedihkan untuk di kenang……..!!!”

Puisi Ratapan kesedihan - Updated: January 26, 2011 — 1:49 am
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme