Puisi mati rasa

Advertisements

mati rasakah aku,
bila ahirnya air mata ini membasahi pipiku
tatkala burung dara tak lagi iringi langkah ku, sinar mentari enggan menerpaku, rembulan enggan tersenyum padaku, dan tatkala kau pergi dari sisi ku berpaling dari tatapan ku yang sendu.
di balikj tangisku yang terisak pilu, kau teruskan langkah nistamu tanpa hiraukan aku.

Advertisements


Puisi mati rasa - Updated: December 10, 2010 — 3:11 pm
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme