Puisi Luka Menyayat Hati

Advertisements

Badai di bUlan sembilan lalu
Melelehkan lilin penerang jiwa
Berkedip antara nyala dan mati
Kini Q tersesat di belantara
Gerbang kegelapan. .

Anyir bebauan tetes darah kedukaan..
Oh Tuhan, , ,
Sebilah pedan9 menyisakan
Sayatan-sayatan sangat
mendalam. . .

Sampai tulang belulan9
Runtuh berserakan..
Tak kuat menahan
Sebilah pedan9 pembunuh
tulang-tulang, , ,

Mata rantai bertebaran
Lalu lalang menebar
Aroma amis ketiadaan

Adakah relawan
Ten9adahkan tan9an ketulusan
Menahan dukaQ
Yang tak berkesudahan..??

Advertisements


Puisi Luka Menyayat Hati - Updated: December 22, 2010 — 8:38 am
Tambahkan komentar mengenai Puisi diatas :
Puisi » Kumpulan puisi-puisi yang terbaru - Update setiap hari © 2014 Frontier Theme